PIKIRAN, BAHASA DAN KEBUDAYAAN

PIKIRAN, BAHASA, dan KEBUDAYAAN

Ada pelbagai teori yang membahas keterkaitan antara bahasa dan kebudayaan, ada yang mengatakan bawa bahasa adalah merupakan produk budaya, ada pula yang mengatakan bahwa kebudayaan sangat dipengaruhi oleh bahasa yang mana bahasa inilah yang menggambarkan pikiran seseorang karena pada dasarnya bahasa adalah merupakan alat komunikasi untuk menyampaikan gagasan atau ide dalam pikiran seseorang. Terlepas perbedaan di atas agaknya klaim-klaim tersebut menunjukkan kesepakatan bahwa antara keduanya mempunyai hubungan yang sangat erat.

Bahasa dan kebudayaan bagaikan dua sisi mata uang yang mana antara satu dan lainya sangat bertalian erat, namun terkadang kita masih belum tahu secara persis hubungan antara keduanya oleh karena itu sebelum kita menyelam lebih dalam perlu kiranya mengetahui apa itu bahasa? dan apa itu budaya?.

HAKIKAT BAHASA

Dalam kamus KBI

Dari dua point di atas bahasa dapat diartikan sebagai berikut : Bahasa adalah merupakan sebuah sistem yang mempunyai arti sekaligus mempunyai sifat arbitrair (sewenang-wenag) yang disepakati oleh sekelompok manusia (suku bangsa, negara, daerah, dsb); secara konvensional dalam berkomunikasi untuk menyampaikan perasaan dan pikiranya. Bahasa adalah merupakan sebuah sistem

HAKIKAT KEBUDAYAAN

Budaya berasal dari bahasa sansekerta yaitu buddhayah yang berarti akal atau pikiran. Ki Hajar Dewantara seorang tokoh budaya dan pendidiakan nasional menyebutkan budaya sebagai “daya dari budi” atau buah budi manusia dalam bermasyarakat. Dalam KBI (Kamus Besar Indonesia)

Ada banyak definisi tentang budaya atau kebudayaan. Perbedaan tersebut dipicu berbedanya pandangan seseorang tentang kebudayaan. sebagaimana yang telah diungkapkan Nababan

Menurut Koentjaraningrat

HUBUNGAN BAHASA DAN BUDAYA

Jika melihat paparan di atas agaknya semua pakar linguist sepakat bahwa bahasa dan budaya mempunyai keterkaitan atau hubungan. Hanya saja apakah hubungan tersebut secara sub ordinatif atau kordinatif. Walau ada sebagian yang mengatakan bahwa hubungan antara bahasa dan budaya adalah hubungan koordinatif, Namun dari berbagai tanggapan para pakar linguistik hampir semuanya bersepakat bahwa hubungan antara bahasa dan budaya tersebut bersifat sub ordinatif dengan menjadikan kebudayaan sebagi main system (sistem atasan) dan bahasa adalah subsystemnya (sistem bawahan).

Kalau hubungan antara bahasa dan kebudayaan disepakati bersifat secara sub ordinatif maka secara otomatis ada hubungan dengan pikiran. Karena pikiran inilah yang membentuk sebuah kebudayaan, sedangkan didalam kebudayaan terdapat bahasa. Jadi antara pikiran, bahasa dan kebudayaan ada keterkaitan atau hubungan yang saling berkesinambungan. Secara sederhana dapat digambarkan sebagai berikut : kebudayaan orang barat berbeda dengan kkebudayaan orang indonesai. Perbedaan tersebut disebabkan perbedaan pandangan (pikiran) masing-masing yang kemudian tertuang dalam bahasa. Misalnya orang barat menyebut “meja” dengan sebutan “table” baik meja itu bundar, persegi, atau bentuk yang lainya mereka tetap menyebut dengan sebutan yang sama tanpa memandang bentuk, warna, dan rupa. Berbeda halnya dengan orang indonesia yang memperhatikan bentuk, warna, dan rupa walau secara fungsinya sama. Misalkan orang indonesia menyebut meja yang bentuknya bundar dengan sebutan “meja bundar”. Karena menurut pikiran orang indonesia perbedaan bentuk akan menimbulkan perbedaan nama dalam bahasa. Wal hasil, Kaitanya dengan pembelajaran bahasa arab perlu kiranya mengetahui kebudayaan bangsa arab karena bahasa ini adalah merupakan bagian dari budaya mereka.

Iklan

PROFIL PONPES KULON BANON

PONDOK PESANTREN KULON BANON KAJEN :

Studi Ontologi Pendidikan Islam

Oleh :

Ulil Abshor Noor

       I.       PENGANTAR

Pesantren adalah lembaga pendidikan ke-islaman klasik tradisional yang masih memegang teguh dalam memahami dan mendalami intelektualitas islam mulai sejak zaman nabi hingga masa kejayaan Imam empat yaitu : Imam Hanafi, Hambali, Maliki dan Syafi’i. secara etimologi pesantren berasal dari kata “santri” yang mendapat awalan “pe” dan akhiran “an” menjadi “pesantren” yang menunjukkan tempat di mana para santri mendalami dan memahami ilmu-ilmu islam dan kehidupan[1]. Walau bentuk bangunan tradisional yang khas dan unik sudah jarang ditemukan di beberapa pesantren khususnya di desa Kajen kecamatan Margoyoso kabupaten Pati namun gaya dan metode pembelajaranya masih sangat khas dan unik serta identik dengan ketradisionalannya.

II.       LATAR  BELAKANG

Melihat perkembangan pendidikan pesantren yang berada di kajen dan sekitarnya tumbuh dan berkembang dengan pesatnya, tentunya hal ini memiliki daya tarik tersendiri bagi santri yang thalabul ilmi atau dalam bahasa jawanya “ngangsu ilmu atau nyusu ilmu“ yaitu menimba dan menuntut ilmu dari pesantren guna memperdalam ilmu agama islam. Menurut catatan sejarah Pondok Kulon Banon atau Pondok TPII (Taman Pendidikan Islam Indonesia) ini adalah pondok pertama kali yang berdiri di daerah kajen hingga sampai sekarang masih tetap eksis dan tetap berdiri kukuh dengan meneruskan perjuangan masayikh terdahulu secara terun-temurun dalam rangka ikut mencerdaskan anak bangsa untuk menghilangkan kebodohan li izalatil jahli, oleh karena itu tulisan singkat ini bertujuan untuk mendiskripsikan seputar sejarah pondok pesantren kulon banon, proses pembelajaran, visi dan misi serta kurikulum yang dikembangkan Pondok Pesantren Kulon Banon.

III.       PERMASALAHAN

Melihat uraian latar belakang di atas maka penulis mencoba merumuskan permasalahan sebagai fokus penelitian sebagai berikut :

a)      Bagaimana Sejarah berdirinya pondok pesantren kulon banon

b)      Bagaimana proses pembelajaran yang diterapkan dalam pondok pesantren kulon banon

c)      Apa visi dan misi pondok pesantren kulon banon

d)     Bagaimana kurikulum yang dikembangkan di pondok pesantren kulon banon

IV.       TUJUAN  PENELITIAN

Berdasarkan rumusan permasalahan di atas maka tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini antara lain :

a)      Mendiskripsikan sejarah singkat berdirinya Pondok Kulon Banon

b)      Mengetahui implementasi proses pembelajaran di Pondok Kulon Banon

c)      Mengetahui visi dan misi Pondok Kulon Banon

d)     Mendiskripsikan kurikulum Pondok Kulon Banon

V.       PEMBAHASAN

  1. Sejarah Berdiri
    1. Letak Geografis

Secara geografis Pondok Kulon Banon terletak sekitar 200 meter dari makam mbah Ahmad Mutamakin Kajen, menurut cerita warga setempat dan masyarakat kajen pondok TPII atau kulon banon dinamkan kulon banon karena terletak di sebalah barat banon atau tembok makam kanjengan yaitu makam para ningrat atau raja-raja yang pernah nyantri pada mbah ahmad mutamakin pada masa itu.

  1. Latar Belakang Sejarah

Selama peulusuran data yang telah penulis lakukan belum ada keterangan yang pasti terkait latar belakang sejarah berdirinya pondok pesantren kulon banon, namun dalam buku karanganya imam sanusi yang berjudul “Perjuangan Syekh Ahmad Mmutamakin[2] sejarah perkembangan pondok pesantren yang berada di daerah kajen tidak terlepas dari perjuangan syeikh ahmad mutamakin dengan membawa misi dakwah islamiyah. Jadi, menurut hemat penulis bahwa latar belakang berdirinya pondok pesantren kulon banon adalah meneruskan perjuangan beliau serta merealisasikan misi dakwah islamiyah dalam menyebarkan ajaran agama islam khususnya di daerah kajen dan sekitarnya.

  1. Pendiri, Pengasuh dan Pengurus

Berdasarkan catatan sejarah yang penulis temukan, sebagaimana yang telah ditulis Imam Sanusi dalam bukunya yang berjudul “Perjuangan Syeikh Ahmad Mutamakin[3]”, dalam buku tersebbut di tuliskan bahwa Pondok pesantren kulon banon ini didirikan sekitar tahun 1900 M oleh KH. Nawawi, putra KH.Abdullah. sekarang pesantren ini dipimpin dan diasuh oleh KH. Nu’man Thohir yang sebelumnya diasuh oleh kakaknya KH. Muzammil Thohir, dibantu dengan Ustadz M. Faishol Muzammil PB. Pendidikan, Ustadz M. Imrom Muzammil PB. Keorganisasian, Ustadz Zainal Muttaqin PB. Kesantrian (ketiganya putra KH. Muzammil) dan Ustadz Nasyid Furqon PB. Lit-Bang.

Adapun pengurus Pondok Kulon Banon ini kurang lebih mempunyai 40 pengurus yang terdiri dari pengurus harian, pengurus departemen dan pengurus komplek. Demikian penulis lampirkan struktur personalia pengurus pondok kulon banon tahun ajaran 2010/2011 M[4].

STRUKTUR PERSONALIA PENGURUS PONDOK KULON BANON PERIODE 2010/2011

PENGURUS HARIAN

Ketua Umum                                                              : Zaenal Abidin                       Pati

Ketua I Bidang Pendidikan                                        : Aniq Abror                            Jepara

Ketua II Bidang Kesantrian                                       : Ali Muhyiddin                      Jepara

Ketua III Bidang Administrasi dan Keuangan          : Arif Muntaha                                    Jepara

Ketua IV Bidang Keorganisasian                               : Ah.Isyhabuddin                    Demak

Sekretaris I                                                                  : Akmalussadad                      Semarang

Sekretaris II                                                                : M.Ridlo Mursyid                  Demak

Bendahara I                                                                : M.Haris                                 Kudus

Bendahara II                                                               : M.Reza Syauqy                     Pati

DEPARTEMEN-DEPARTEMEN

Departemen Pendidikan                                             : Abdulah Faid                                    Demak

: Zakaria Ahmad                     Demak

: Ah.Ainul HAdziq                 Grobogan

: Zainal Arifin                         Jepara

:M.Luthfi Nadzif                    Pati

Departemen Tahfidz Dan Tilawah                              : M.Nur Faizin                         Jepara

: Taufiq Hidayat                      Demak

: M.Najih                                 Pati

:Ali Mahfudzi                         Demak

: Hamzah Art.                         Grobogan

Departemen Keamanan                                               :M.Nailul Muna                       Semarang

: Aswin Dwi Cahyono                        Jepara

:Khoiril Anam                         Grobogan

: Kholili Zubaidillah                Pati

: Syaiful Imam                                    Demak

Departemen Sosial Dan Kesehatan                             : M.Zuhri                                 Grobogan

: Sirojuddin Romdloni            Jepara

Departemen Maktabah Dan Informatika                    : Rifqi Fadlurrohman              Demak

: Abdul Ghofur                       Jepara

:Syarif Hidayatullah                Demak

: Mei Johar Diantoro               Grobogan

Departemen Kebersihan dan Perlengkapan                : Rian Agus Prayogo               Jepara

:Asroruddin                             Jepara

: Haizul Ma’ali                        Pati

: M.Firman Syaifuddin           Pati

Departemen Seni Dan Olahraga                                 : Amin Ghozali                        Jepara

: Dika Kurniawan                    Grobogan

: M.Nasih                                Jepara

Departemen Lughoh                                                   : Hafidzin                                Cirebon

:M.Fathul Munir                      Demak

:Mukhlisin                               Pati

  1. Santri/Siswa

Berdasrkan data yang telah penulis peroleh dari salah satu pengurus, Pondok Kulon Banon ini kurang lebih mempunyai santri sekitar 200 santri kebanyakan dari santri ini berasal dari berrbagai daerah di sekitar wilayah Pati, Jepara, Kudus, dan Demak, ada pula yang berasal dari grobogan dan semarang, bahkan pernah ada beberapa Mahasiswa Institut Teknologi Bandung ( ITB ) Jawa Barat juga pernah nyantri di pondok kulon banon selama satu bulan pada bulan Ramadhan “posonan”. Kebanyakan santri lulusan dari MI, MTs atau tingkat SLTP dan sederajat.[5] Demikian penulis lampirkan daftar santri pondok kulon banon sebagai berikut :

DAFTAR SANTRI PONDOK KULON BANON PERIODE 2010/2011

Ah. Athoillah Abdul gofur
A. Basyoir Abdul latif hamdani
A. Ishabuddin Abdul malik
M. Zulianto Abdul manaf
A.ainul yaqin Abdul mufid
A.fathoni Abdul mu’ti
A.fathul majid Abdul syahid oktoberillianto c.
Fathul munir Abdul wahab
A.fiqda rikza Abdullah faid
Ah.fudhola` Abdullah ma’ruf
Ah.ghufron Adibul umam
Ah.nur arifin Afif rofi’i
M.nur faiz Afif ubaidillah
.rif`an al-mufid Ah. Abdur rofi arroisi
A.sholeh Ah. Ainul hadiq
Ah.syaifuddin Ah. Ainul yaqin
Abdul ghofur Ah. Atoilah
Abdul malik Ah. Fudhola’
Abdul manaf Ah. Gufron
Abdul mu`thi Ah. Isyhabuddin
Abdul mufid Ah. Muhlisin
Abdul wahab M. Sofwan
Abdullah faid Ah. Syaiun
Abdullah ma`ruf Ah.abdul rozak
Abdurrohim Ah.amir saifudin
Abdurrozaq Ah.basoir
Adibul umam Ah.fathul majid
M.afif choiri Ah.fatoni
Afif rofi`i Ah.nur arifin
Afif ubaidillah Ah.saifudin
Ahid juned al-fayad Ah.zubaidi
Ainul hadziq Ahmad ainun na’im
Akris prayogo Ahmad budi santoso
Ali mahfudz Ahmad sholeh
Ali muhyiddin Akhid juned alfayad
Amin ghozali Akris prayogo
Ah.amir saifuddin Ali mahfud
Andreana wasesa Ali muhyiddin
Aqib abdul jalil Amin gozali
Arif fianto Andreana wasesa
Arif muntaha Aqib abdul jalil
Asepta karisma Ari gunawan
Ashifuddin anwar Arif mahsun
Aswin dwi cahyono Arif muntaha
Azwar anas Arifianto
M.badruddin Asepta karisma
Baha`uddin Asifuddin anwar
Bahrurrosyad Aswin dwi cahyono
Bakhtiar chamim Azwar anas
Boike dian n Bachtiar chamim
Danang adi permana Baha’udin
David fauzul lutfi Bahrur rosad
Dawin winarko Boike dian nugroho
M.dika kurnia rahman Choirul amin
Dimas prayogo Danang adi permana
Dimas puguh pradesa David fauzi lutfi
Fadlun amir Dawin winarko
Fahmi  m. Anwari Dimas puguh
Fajar lu`luan Fadlun amir
Faqihuddin Fahmi muhammad anwari
Fathurrohman Fajar lu’luan
M.firman syafiuddin Fajarudin
Fuad nur fahruddin Fathul ma’arif
Haidar ahmad Fathul munir
Haizul ma`ali Fathurrohman
Hakim abdul latif Fiqda rikza
Heri purwanto Fuad nur fahrudin
Ibnu sholeh amrin Hafidzin
Ihsan abdul jalil Haidar ahmad syah maulana
Ihza basna maula Haizul ma’ali
Imam mujahid Hakim abdul latif
Imam sholahuddin Hamzah
Imam subawi M.hendri irawan
M.irfan al-mahmudi Heri purwanto
Irfan anshori Ibnu soleh amrin
Irfan nur yadi Ihsan abdul jalil
Ismia nur abdullah Ihza basna maula
Jazari santoso Imam mujahid
Khoirul amin Imam solahudin
Khoirul umam (kayen) Imam subawi
Khoirun ni`am Irfan ansori
Kholili zubaidillah Irfan nuryadi
Latif hamdani Ismia nur Abdullah
Lutfi nadzif Jazari santoso
M. Fathul arifin Kholili zubaidillah
M. Kholiful umam Khotibul umam
M. Mabruri M.lutfi dzawil irfan
M. Najih Luthfi nadif
M. Nasikin M. Abdul rohim
M. Nur kholiq M. Ahlis
M. Nurul hakim M. Ainun najib
M. Taqiyyuddin M. Ali mahfudzi
M. Zuhri M. Anwar
M.abdur rois M. Ardi
M.ainun najib M. Atiq mujahid
M.akhlis M. Bandan aji
M.akmalussadat M. Burhanudin
M.ali mahfudzi M. Choirul umam
M.anwar M. Dika kurniawan
M.ardi M. Fahrurrozi
M.aris M. Faqihuddin
M.asroruddin M. Habib hasan
M.bandan aji M. Hadiyatullah
M.burhanuddin M. Hasan asnawi
M.khamim zarkasi M. Iqbal
M.choirul umam M. Irfan al-mahmudi
M.fahruddin M. Khorun ni’am
M.fahrurrozi M. Mawardi
M.fajaruddin M. Miftahul karim
M.ghofur M. Muflih roufal
M.hadiyatullah M. Muhsin
M.haqqul wafiq M. Mutiqul fikri
M.hendri irawan M. Nailul muna
M.iqbal M. Nasihul amin
Hafidzin M. Nasuha
M.kharis M. Nur choirul musthofa
M.lutfi dzawil irfan M. Nur faiz
M.mawardi M. Nur faizin
M.muftiqul fikri M. Nurul kamal
M.muhlisin M. Ridho mursyid
M.muhsin M. Ridwan
M.nashih M. Riza syauqi
M.nasuha M. Sirojudin romdoni
M.nur faizin M. Syarif hidayatullah
M.nur khoirul m M. Zainuri
M.nur syafi`i M.afif khoiri
M.nurul kamal M.akmalussadat
M.reza syauqi M.aniq abror
M.ridho mursyid M.aris
M.shofwan M.asrorudin
M.syaifuddin M.badrudin
M.syarif hidayatullah M.fahrudin
M.syihabuddin M.firman saifudin
M.taufik hidayat M.ghofur
M.ulil albab M.haqqul wafiq
Marwan anshori M.khamim zarkasyi
Mas`ad abdullah M.kharis
Mei johar diantoro M.khoiril anam
Miftahul karim M.kholiful umam
M.muflih rofal M.najih
Muhlisin lpba M. Nasih
Mujibul fahmi M.nasikhin
Na’im M.nggufron
Na’im slfiyyh M.nur faiz
Nashihul amin M.nur kholiq
Nur rohman M.nur syafi’i
Nurul ikhwan M.nurul khakim
Pujiono M.saifudin
Rian agus prayogo M.sirojuddin
Rifqi fadlurrahman M.syihabudin
Riyan nur mufid M.takhiyuddin
Rodli imam syafi’i M.taufik hidayat
Rudi muhdhor M.ulil albab
Sholikul asnan M.yazid habibi
Sirojuddin romdhoni M.zuhri
Syaiful imam M.zulianto
Syaironi Marwan ansori
Syamsul ibad Mas’ad Abdullah
Syarif hidayatullah Mei johar diantoro
Syarifuddin Muhammad mabruri
Syifa`ul huda Muhlisin
Teguh supriyadi Mujibul fahmi
Ulil albab Na’im
Ulil albab Nurul ihwan
Ulin nuha Pujiono
Wahyu d.s Rian agus prasetyo
Wanto Rian nur mufid
Yazid habibi Rif’an al-mufid
Zainal Rifqi fadlurrohman
Zainal abiding Rizal wahyu ihsantio
Zainal abiding Rodli imam syafii
Zainal arifin Rudi kusmanto
Zakaria ahmad Rudi muhdor mujahidin
Zulian veri hartanto Saiful imam
Zulkha sangidi Saironi
Wahyu dwi asrori Samsul ibad
Wanto Solikul asnan
Zaenuddin Syarif hidayatullah
Zainal abidin Syarif hidayatullah (kalteng)
Zainal abidin Syifaul huda
Zainal arifin Teguh supriadi
Zakariya ahmad Ulil albab
Zuda rahmad asrori Ulil albab
Zulian feri hartanto Ulin nuha
Zulkha sangidi Wahyu darmawan susanto
  1. Proses Pembelajaran

Berdasrkan data yang telah penulis peroleh dari salah satu pengurus[6], Proses pembelajaran yang diterapkan dalam proses kegiatan belajar mengajar di pondok kulon banon tidak berbeda dengan pondok-pondok lain yaitu ustadz membacakan dan menjelaskan salah satu kitab kemudian santri mendengar dan memberi makna. Dalam proses pembelajaran ini ada beberapa marhalah atau mustama disesuaikan berdasarkan tingkatan masing-masing santri. Pembagian mustawa ini didasrkan pada kemampuan santri dalam memahami kitab kuning, adapun pembagianya sebagai berikut : a). Marhalah I’dad: marhalah ini disiapkan bagi para santri baru sebelum melanjutkan marhalah selanjutnya. b). Marhalah ula I: marhalah ini sebagai tingkatan lanjutan dari marhalah I’dad. c). Marhalah ula II: marhalah ini merupakan tingkat lanjutan dari marhalah ula I. d) Marhalah Wustho: marhalah ini sebagai marhalah terakhir atau tingkatan tertinggi dalam proses pembelajaranpesantren kulon banon di pondok .

  1. Yayasan Pendidikan/Pesantren
    1. Yayasan

Pondok Kulon Banon (PKB) berdasarkan akta notaris / PPAT / PPAK. Pasal 1 tentang Nama Dan Tempat Kedudukan tertera bahwa pondok kulon banon sekarang berubah menjadi yayasan. Yayasan ini dinamakan yayasan “Wakaf Pondok Kulon Banon“, atau dalam akta tersebut cukup disingkat dengan “yayasan” berkantor kedudukan di desa kajen, kecamatan margoyoso, kabupaten pati, selain itu yayasan ini dapat membuka kantor cabang atau perwakilan di tempat lain, baik di dalam maupun di luar wilayah republik Indonesia berdasarkan keputusan pengurus dengan persetujuan  pembina[7]

  1. Visi dan Misi
    1. Pengertian

Visi (vision) adalah pernyataan yang mendefinsikan sesuatu yang ingin dicapai, perusahaan/organisasi di waktu yang akan datang. Visi lebih terkonsentrasi ke masa depan (jangka panjang, future) dan cenderung merupakan pernyataan yang sifatnya strategis.

Misi (mission) adalah pernyataan-pernyataan yang mendefinsikan apa yang sedang/akan dilakukan atau ingin dicapai dalam waktu (sangat) dekat atau saat ini. Misi lebih terkonsentrasi ke saat ini dan merupakan target-target yang sifatnya lebih operasional yang mungkin dikaitkan dengan customer, proses-proses dalam organisasi, serta tingkat kinerja yang diinginkan[8].

  1. Visi dan misi pondok Kulon banon

Dilihat sejarah berdirinya podok pesantren kulon banon serta data yang telah diperoleh pondok kulon banon mempunyai visi atau jangkauan langkah ke depan yang ingin di capai dalam jangka waktu yang tidak dtentukan yaitu mempersiapkan insan yang sholih dan akrom kemudian untuk merealisasikan visi di atas maka ada beberap misi yang dilakukan

  1. Memberikan bekal ilmu kegamaan, social dan kemanusiaan.
  2. Merealisasikan pendidikan formal, non formal dan informal
  3. Membangun solidaritas dalam bidang kemanusiaan
  4. Kurikulum

Kurikulum dalam kamus bahasa Indonesia diartikan sebagai perangkat mata pelajaran yg diajarkan pada lembaga pendidikan[9]. Melihat definisi di atas maka kurikulum yang kami maksudkan di sini adalah seperangkat mata pelajaran yang akan di sampaikan atau yang diajarkan dalam pondok pesantren kulon banon, dengan melihat komponen-komponen kurikulum meliputi tujuan, materi, metode pembelajaran,dan media atau fasilitas.

  1. Tujuan

Secara garris besar lembaga pendidikan atau yayasan ini mempunyai tujuan yang diperioritaskan terutama dalam bidang sosial, bidang keagaman, dan bidang kemanusiaan.

  1. Materi

Adapun materi yang diajarkan dalam pondok pesantren ini meliputi kitab-kitab salaf dari berbagai fan ilmu islam. Kebanyakan kitab yang diajarkan adalah kitab-kitab dasar sebagai pembekalan awal bagi para santri untuk kemudian nanti dapat dikembangkan sendiri sebagai bentuk pengembangan kemampuan serta kegiatan belajar baik dalam lingkungan pondok maupun keluarga secara mandiri,seperti nahwu jurumiyah, safinatu najah, demikian kami lampirkan materi kitab-kitab yang diajarkan di pondok pesantren kulon banon.

No Fan ilmu Nama kitab Marhalah
1 Tajwid Tuhfatul athfal I’dad
2 Fiqih Fasholatan I’dad
3 Tauhid Aqidatul awam I’dad
4 Akhlaq Akhlaqul banin I’dad
5 Nahwu Jurumiyah I’dad
6 Shorof Amtsilatut tashrifiyah I’dad
7 Fiqih Fiqhul wadih Ula I
8 Akhlaq Washoya Ula I
9 Tauhid Jawahirul kalamiiyah Ula I
10 Tajwid Tuhfatul athfal Ula I
11 Nahwu Taqrirot jurumiyah pondok ploso Ula I
12 Shorof Amtsilatut tashrifiyah 2 Ula I
13 Nahwu Alfiyah Ula II
14 Fiqh Fiqhul wadih Ula II
15 Ushul fiqh Lubbul ushul Ula II
16 Tajwid Matan jazariyah I Ula II
17 Akhlaq Akhlaqul banin juz II Ula II
18 Tauhid Khomsatul mutun Ula II
19 Fiqh Safinatun najah Wustho
20 Shorof Qowa’idus shorfiyah Wustho
21 Hadits Arba’in nawawi Wustho
22 Akhlaq Akhlaqul banin juz III Wustho
23 Tauhid Jawahirul kalamiyah Wustho
24 Tajwid Matan jaazariyah III Wustho
  1. Metode Pembelajaran

Adapun metode yang diterapkan dalam kegiatan belajar di pondok pesantern kulon banon tidak jauh beda dengan pondok lain yaitu dengan metode “bandongan” yaitu ustadz membacakan kitab kemudian santri mendengarkan sambil memberikan makna dalam kitabnya masing-masing. Selain itu dalam kegitan mengajar disini juga diterapkan metode “sorogan” yaitu santri menyodorkan salah satu kitab untuk dibaca kemudian ustadz atau kiyai menyimak lalu menberikan penjelasan sekaligus memperingatkan kalu dalam  membaca kitab kuning ada kesalahan dilihat dari degi nahwiyahnya atau makna dan muradnya.

  1. Media dan Fasilitas

Untuk menopang kegiatan belajar mengajar selain ruag kamar dan aula untuk kegiatan belajar mengajar atau mengaji, pondok kulon banon mempunyai gedung yang cukup representative, teduh dan nyaman digunakan untuk belajar. Dalam mengasah kemampuan berbahasa asing pondok kulon banon ini mempunyai laborat bahasa, namun karena proses perawatan yang membutuhkan tenaga ahli dan biaya operasionalnya cukup mahal maka laborat bahasa belum bisa digunakan secara maksimal. Selain laborat bahasa untuk menanbah pengetahuan umum dan informasi pondo kulon banon ini mempunyai media internet sehinga para santri dapat mengakses dengan mudah informasi sebanyak-banyaknya.

  1. Tujuan Lembaga Pendidikan

Lembaga pendidikan ini mempunyai maksud dan tujuan sebagaimana tertera dalam akta notaris / PPAT / PPAK. Pasal 2 tentang Maksud Dan Tujuan, di bidang social, keagamaan dan kemanusiaan[10]. Kemudian dalam pasal selanjutnya tentang Kegiatan, sebagai upaya untuk merealisasikan tujuasn di atas dengan menjalankan kegiatan sebagai berikut :

  1. Di bidang social
    1. Mendirikan dan Menyelenggarakan pendidikan formal
    2. Mendirikan dan Menyelenggarakan pendidikan non formal
    3. Mendirikan dan Menyelenggarakan pendidikan in formal
    4. Di bidang keagamaan
      1. Mendirikan tempat peribadatan
      2. Menyelenggarakan pondok pesantren
      3. Menerima dan menyalurkan amal, zakat, infaq, dan sedekah
      4. Meningkatkan pemahaman keagamaan
      5. Melaksanakan syi’ar keagamaan
      6. Study banding keagamaan
      7. Menyelenggarakan bimbingan dan pelatihan manasik haji
      8. Menyelenggarakan majelis-majelis ta’lim
    5. Di bidang kemanusiaan
      1. Memberi bantuan kepada korban bencana alam
      2. Member bantuan kepada tuna wisma, fakir miskin dan gelandangan.
      3. Memberikan perlindungan konsumen
      4. Melestarikan lingkungan hidup[11]

VI.       KESIMPULAN

Berdasarkan uraian dan penjelasan di atas serta data yang telah penulis kumpulkan serata memilah-milah dan menganalisis data maka penulis menyimpulkan bahwa pondok pesantren kuon banon ini mempunyai khas tersediri yaitu mengambil hal baru tanpa meninggalkan yang lama sebagaimana dalam Qaidah Fiqhiyahal muhafadhotu ala qodimis sholih wal akhdu bil jadidil ashlah” walau di tengah arus modernisasi pondok pesantren ini masih tetap eksis dengan gaya, model dan  metode pembeljaran yang masih khas kepesantrenan dan tradisional dalam rangka nasrul ilmi dan memperjuangkan nlai-nilai keagamaan sekaligus syi’ar islam selain mengembangkan intelektualitas para santri diberbagai bidang terutama di bidang social, keagamaan dan kemanusiaan.

  1. DAFTAR PUSTAKA

Sanusi, Imam, Perjuangan Syeikh Ahmad Mutamakin, Edisi Revisi, Cet. VIII, 2007,

Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa, Kamus Bahasa Indonesia,(Jakarta: pusat bahasa,2008)

Akta Notaries/PPAT/PPAK, Akta Pendirian Yayasan “ Wakaf Pondok Kulon Banon”,

Dokumentasi Pondok Kulon Banon Periode 2010/2011 M.

http://kupalima.wordpress.com/2008/03/24/apa-sebenarnya-visi-misi-dan-program-kerja/.

http://www.pekajenan.blogspot.com/2010/07/geneologi


[1] http://www.pekajenan.blogspot.com/2010/07/geneologi di akses pada hari ahad tanggal 05 Februari tahun 2011

[2] Imam Sanusi, Perjuangan Syeikh Ahmad Mutamakin, Edisi Revisi, Cet. VIII, 2007, hal 4

[3] Imam Sanusi, Perjuangan Syeikh Ahmad Mutamakin, Edisi Revisi, Cet. VIII, 2007, hal 30

[4] Data diperoleh dari Dokumentasi Pondok Kulon Banon Periode 2010/2011 M.

[5] Data diperoleh dari hasil wawancara dengan ketua pondok kulon banon pada tanggal 4 februari dan Dokumentasi Pondok Kulon Banon Periode 2010/2011 M.

[6]  Data diperoleh dari hasil wawancara dengan ketua pondok kulon banon pada tanggal 4 februari dan Dokumentasi Pondok Kulon Banon Periode 2010/2011 M.

[7] Akta Notaries/PPAT/PPAK, Akta Pendirian Yayasan “ Wakaf Pondok Kulon Banon”, hal 3

[9] Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa, Kamus Bahasa Indonesia,(Jakarta: pusat bahasa,2008) hal 845

[10] Akta Notaries/PPAT/PPAK, Akta Pendirian Yayasan “ Wakaf Pondok Kulon Banon”, hal 4

[11] Ibid hal 4-6

v\:* {behavior:url(#default#VML);}
o\:* {behavior:url(#default#VML);}
w\:* {behavior:url(#default#VML);}
.shape {behavior:url(#default#VML);}

Normal
0

false
false
false

IN
X-NONE
AR-SA

MicrosoftInternetExplorer4

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Traditional Arabic (Arabic)”,”serif”;}
table.MsoTableGrid
{mso-style-name:”Table Grid”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-priority:59;
mso-style-unhide:no;
border:solid black 1.0pt;
mso-border-themecolor:text1;
mso-border-alt:solid black .5pt;
mso-border-themecolor:text1;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-border-insideh:.5pt solid black;
mso-border-insideh-themecolor:text1;
mso-border-insidev:.5pt solid black;
mso-border-insidev-themecolor:text1;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Traditional Arabic (Arabic)”,”serif”;
mso-ansi-language:EN-US;
mso-fareast-language:EN-US;}

PONDOK PESANTREN KULON BANON KAJEN :

Studi Ontologi Pendidikan Islam

Oleh :

Ulil Abshor Noor

 

       I.       PENGANTAR

Pesantren adalah lembaga pendidikan ke-islaman klasik tradisional yang masih memegang teguh dalam memahami dan mendalami intelektualitas islam mulai sejak zaman nabi hingga masa kejayaan Imam empat yaitu : Imam Hanafi, Hambali, Maliki dan Syafi’i. secara etimologi pesantren berasal dari kata “santri” yang mendapat awalan “pe” dan akhiran “an” menjadi “pesantren” yang menunjukkan tempat di mana para santri mendalami dan memahami ilmu-ilmu islam dan kehidupan[1]. Walau bentuk bangunan tradisional yang khas dan unik sudah jarang ditemukan di beberapa pesantren khususnya di desa Kajen kecamatan Margoyoso kabupaten Pati namun gaya dan metode pembelajaranya masih sangat khas dan unik serta identik dengan ketradisionalannya.

 

    II.       LATAR  BELAKANG

Melihat perkembangan pendidikan pesantren yang berada di kajen dan sekitarnya tumbuh dan berkembang dengan pesatnya, tentunya hal ini memiliki daya tarik tersendiri bagi santri yang thalabul ilmi atau dalam bahasa jawanya “ngangsu ilmu atau nyusu ilmu“ yaitu menimba dan menuntut ilmu dari pesantren guna memperdalam ilmu agama islam. Menurut catatan sejarah Pondok Kulon Banon atau Pondok TPII (Taman Pendidikan Islam Indonesia) ini adalah pondok pertama kali yang berdiri di daerah kajen hingga sampai sekarang masih tetap eksis dan tetap berdiri kukuh dengan meneruskan perjuangan masayikh terdahulu secara terun-temurun dalam rangka ikut mencerdaskan anak bangsa untuk menghilangkan kebodohan li izalatil jahli, oleh karena itu tulisan singkat ini bertujuan untuk mendiskripsikan seputar sejarah pondok pesantren kulon banon, proses pembelajaran, visi dan misi serta kurikulum yang dikembangkan Pondok Pesantren Kulon Banon.

 

 III.       PERMASALAHAN

Melihat uraian latar belakang di atas maka penulis mencoba merumuskan permasalahan sebagai fokus penelitian sebagai berikut :

a)      Bagaimana Sejarah berdirinya pondok pesantren kulon banon

b)      Bagaimana proses pembelajaran yang diterapkan dalam pondok pesantren kulon banon

c)      Apa visi dan misi pondok pesantren kulon banon

d)     Bagaimana kurikulum yang dikembangkan di pondok pesantren kulon banon

 

 IV.       TUJUAN  PENELITIAN

Berdasarkan rumusan permasalahan di atas maka tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini antara lain:

a)      Mendiskripsikan sejarah singkat berdirinya Pondok Kulon Banon

b)      Mengetahui implementasi proses pembelajaran di Pondok Kulon Banon

c)      Mengetahui visi dan misi Pondok Kulon Banon

d)     Mendiskripsikan kurikulum Pondok Kulon Banon

 

    V.       PEMBAHASAN

A.     Sejarah Berdiri

1.      Letak Geografis

Secara geografis Pondok Kulon Banon terletak sekitar 200 meter dari makam mbah Ahmad Mutamakin Kajen, menurut cerita warga setempat dan masyarakat kajen pondok TPII atau kulon banon dinamkan kulon banon karena terletak di sebalah barat banon atau tembok makam kanjengan yaitu makam para ningrat atau raja-raja yang pernah nyantri pada mbah ahmad mutamakin pada masa itu.

2.      Latar Belakang Sejarah

Selama peulusuran data yang telah penulis lakukan belum ada keterangan yang pasti terkait latar belakang sejarah berdirinya pondok pesantren kulon banon, namun dalam buku karanganya imam sanusi yang berjudul “Perjuangan Syekh Ahmad Mmutamakin[2] sejarah perkembangan pondok pesantren yang berada di daerah kajen tidak terlepas dari perjuangan syeikh ahmad mutamakin dengan membawa misi dakwah islamiyah. Jadi, menurut hemat penulis bahwa latar belakang berdirinya pondok pesantren kulon banon adalah meneruskan perjuangan beliau serta merealisasikan misi dakwah islamiyah dalam menyebarkan ajaran agama islam khususnya di daerah kajen dan sekitarnya.

3.      Pendiri, Pengasuh dan Pengurus

Berdasarkan catatan sejarah yang penulis temukan, sebagaimana yang telah ditulis Imam Sanusi dalam bukunya yang berjudul “Perjuangan Syeikh Ahmad Mutamakin[3]”, dalam buku tersebbut di tuliskan bahwa Pondok pesantren kulon banon ini didirikan sekitar tahun 1900 M oleh KH. Nawawi, putra KH.Abdullah. sekarang pesantren ini dipimpin dan diasuh oleh KH. Nu’man Thohir yang sebelumnya diasuh oleh kakaknya KH. Muzammil Thohir, dibantu dengan Ustadz M. Faishol Muzammil PB. Pendidikan, Ustadz M. Imrom Muzammil PB. Keorganisasian, Ustadz Zainal Muttaqin PB. Kesantrian (ketiganya putra KH. Muzammil) dan Ustadz Nasyid Furqon PB. Lit-Bang.

Adapun pengurus Pondok Kulon Banon ini kurang lebih mempunyai 40 pengurus yang terdiri dari pengurus harian, pengurus departemen dan pengurus komplek. Demikian penulis lampirkan struktur personalia pengurus pondok kulon banon tahun ajaran 2010/2011 M[4].

STRUKTUR PERSONALIA PENGURUS PONDOK KULON BANON PERIODE 2010/2011

PENGURUS HARIAN

Ketua Umum                                                              : Zaenal Abidin                       Pati

Ketua I Bidang Pendidikan                                        : Aniq Abror                            Jepara

Ketua II Bidang Kesantrian                                       : Ali Muhyiddin                      Jepara

Ketua III Bidang Administrasi dan Keuangan          : Arif Muntaha                                    Jepara

Ketua IV Bidang Keorganisasian                               : Ah.Isyhabuddin                    Demak

Sekretaris I                                                                  : Akmalussadad                      Semarang

Sekretaris II                                                                : M.Ridlo Mursyid                  Demak

Bendahara I                                                                : M.Haris                                 Kudus

Bendahara II                                                               : M.Reza Syauqy                     Pati

DEPARTEMEN-DEPARTEMEN

Departemen Pendidikan                                             : Abdulah Faid                                    Demak

                                                                                    : Zakaria Ahmad                     Demak

: Ah.Ainul HAdziq                 Grobogan

: Zainal Arifin                         Jepara

:M.Luthfi Nadzif                    Pati

Departemen Tahfidz Dan Tilawah                              : M.Nur Faizin                         Jepara

                                                                                    : Taufiq Hidayat                      Demak

: M.Najih                                 Pati

                                                                                    :Ali Mahfudzi                         Demak

                                                                                    : Hamzah Art.                         Grobogan

Departemen Keamanan                                               :M.Nailul Muna                       Semarang

: Aswin Dwi Cahyono                        Jepara

                                                                                    :Khoiril Anam                         Grobogan

                                                                                    : Kholili Zubaidillah                Pati

                                                                                    : Syaiful Imam                                    Demak

Departemen Sosial Dan Kesehatan                             : M.Zuhri                                 Grobogan

                                                                                    : Sirojuddin Romdloni            Jepara

Departemen Maktabah Dan Informatika                    : Rifqi Fadlurrohman              Demak

                                                                                    : Abdul Ghofur                       Jepara

                                                                                    :Syarif Hidayatullah                Demak

                                                                                    : Mei Johar Diantoro               Grobogan

Departemen Kebersihan dan Perlengkapan                : Rian Agus Prayogo               Jepara

                                                                                    :Asroruddin                             Jepara

                                                                                    : Haizul Ma’ali                        Pati

                                                                                    : M.Firman Syaifuddin           Pati

Departemen Seni Dan Olahraga                                 : Amin Ghozali                        Jepara

                                                                                    : Dika Kurniawan                    Grobogan

                                                                                    : M.Nasih                                Jepara

Departemen Lughoh                                                   : Hafidzin                                Cirebon

                                                                                    :M.Fathul Munir                      Demak

                                                                                    :Mukhlisin                               Pati

4.      Santri/Siswa

Berdasrkan data yang telah penulis peroleh dari salah satu pengurus, Pondok Kulon Banon ini kurang lebih mempunyai santri sekitar 200 santri kebanyakan dari santri ini berasal dari berrbagai daerah di sekitar wilayah Pati, Jepara, Kudus, dan Demak, ada pula yang berasal dari grobogan dan semarang, bahkan pernah ada beberapa Mahasiswa Institut Teknologi Bandung ( ITB ) Jawa Barat juga pernah nyantri di pondok kulon banon selama satu bulan pada bulan Ramadhan “posonan”. Kebanyakan santri lulusan dari MI, MTs atau tingkat SLTP dan sederajat.[5] Demikian penulis lampirkan daftar santri pondok kulon banon sebagai berikut :

 

DAFTAR SANTRI PONDOK KULON BANON PERIODE 2010/2011

Ah. Athoillah

Abdul gofur

A. Basyoir

Abdul latif hamdani

A. Ishabuddin

Abdul malik

M. Zulianto

Abdul manaf

A.ainul yaqin

Abdul mufid

A.fathoni

Abdul mu’ti

A.fathul majid

Abdul syahid oktoberillianto c.

Fathul munir

Abdul wahab

A.fiqda rikza

Abdullah faid

Ah.fudhola`

Abdullah ma’ruf

Ah.ghufron

Adibul umam

Ah.nur arifin

Afif rofi’i

M.nur faiz

Afif ubaidillah

.rif`an al-mufid

Ah. Abdur rofi arroisi

A.sholeh

Ah. Ainul hadiq

Ah.syaifuddin

Ah. Ainul yaqin

Abdul ghofur

Ah. Atoilah

Abdul malik

Ah. Fudhola’

Abdul manaf

Ah. Gufron

Abdul mu`thi

Ah. Isyhabuddin

Abdul mufid

Ah. Muhlisin

Abdul wahab

M. Sofwan

Abdullah faid

Ah. Syaiun

Abdullah ma`ruf

Ah.abdul rozak

Abdurrohim

Ah.amir saifudin

Abdurrozaq

Ah.basoir

Adibul umam

Ah.fathul majid

M.afif choiri

Ah.fatoni

Afif rofi`i

Ah.nur arifin

Afif ubaidillah

Ah.saifudin

Ahid juned al-fayad

Ah.zubaidi

Ainul hadziq

Ahmad ainun na’im

Akris prayogo

Ahmad budi santoso

Ali mahfudz

Ahmad sholeh

Ali muhyiddin

Akhid juned alfayad

Amin ghozali

Akris prayogo

Ah.amir saifuddin

Ali mahfud

Andreana wasesa

Ali muhyiddin

Aqib abdul jalil

Amin gozali

Arif fianto

Andreana wasesa

Arif muntaha

Aqib abdul jalil

Asepta karisma

Ari gunawan

Ashifuddin anwar

Arif mahsun

Aswin dwi cahyono

Arif muntaha

Azwar anas

Arifianto

M.badruddin

Asepta karisma

Baha`uddin

Asifuddin anwar

Bahrurrosyad

Aswin dwi cahyono

Bakhtiar chamim

Azwar anas

Boike dian n

Bachtiar chamim

Danang adi permana

Baha’udin

David fauzul lutfi

Bahrur rosad

Dawin winarko

Boike dian nugroho

M.dika kurnia rahman

Choirul amin

Dimas prayogo

Danang adi permana

Dimas puguh pradesa

David fauzi lutfi

Fadlun amir

Dawin winarko

Fahmi  m. Anwari

Dimas puguh

Fajar lu`luan

Fadlun amir

Faqihuddin

Fahmi muhammad anwari

Fathurrohman

Fajar lu’luan

M.firman syafiuddin

Fajarudin

Fuad nur fahruddin

Fathul ma’arif

Haidar ahmad

Fathul munir

Haizul ma`ali

Fathurrohman

Hakim abdul latif

Fiqda rikza

Heri purwanto

Fuad nur fahrudin

Ibnu sholeh amrin

Hafidzin

Ihsan abdul jalil

Haidar ahmad syah maulana

Ihza basna maula

Haizul ma’ali

Imam mujahid

Hakim abdul latif

Imam sholahuddin

Hamzah

Imam subawi

M.hendri irawan

M.irfan al-mahmudi

Heri purwanto

Irfan anshori

Ibnu soleh amrin

Irfan nur yadi

Ihsan abdul jalil

Ismia nur abdullah

Ihza basna maula

Jazari santoso

Imam mujahid

Khoirul amin

Imam solahudin

Khoirul umam (kayen)

Imam subawi

Khoirun ni`am

Irfan ansori

Kholili zubaidillah

Irfan nuryadi

Latif hamdani

Ismia nur Abdullah

Lutfi nadzif

Jazari santoso

M. Fathul arifin

Kholili zubaidillah

M. Kholiful umam

Khotibul umam

M. Mabruri

M.lutfi dzawil irfan

M. Najih

Luthfi nadif

M. Nasikin

M. Abdul rohim

M. Nur kholiq

M. Ahlis

M. Nurul hakim

M. Ainun najib

M. Taqiyyuddin

M. Ali mahfudzi

M. Zuhri

M. Anwar

M.abdur rois

M. Ardi

M.ainun najib

M. Atiq mujahid

M.akhlis

M. Bandan aji

M.akmalussadat

M. Burhanudin

M.ali mahfudzi

M. Choirul umam

M.anwar

M. Dika kurniawan

M.ardi

M. Fahrurrozi

M.aris

M. Faqihuddin

M.asroruddin

M. Habib hasan

M.bandan aji

M. Hadiyatullah

M.burhanuddin

M. Hasan asnawi

M.khamim zarkasi

M. Iqbal

M.choirul umam

M. Irfan al-mahmudi

M.fahruddin

M. Khorun ni’am

M.fahrurrozi

M. Mawardi

M.fajaruddin

M. Miftahul karim

M.ghofur

M. Muflih roufal

M.hadiyatullah

M. Muhsin

M.haqqul wafiq

M. Mutiqul fikri

M.hendri irawan

M. Nailul muna

M.iqbal

M. Nasihul amin

Hafidzin

M. Nasuha

M.kharis

M. Nur choirul musthofa

M.lutfi dzawil irfan

M. Nur faiz

M.mawardi

M. Nur faizin

M.muftiqul fikri

M. Nurul kamal

M.muhlisin

M. Ridho mursyid

M.muhsin

M. Ridwan

M.nashih

M. Riza syauqi

M.nasuha

M. Sirojudin romdoni

M.nur faizin

M. Syarif hidayatullah

M.nur khoirul m

M. Zainuri

M.nur syafi`i

M.afif khoiri

M.nurul kamal

M.akmalussadat

M.reza syauqi

M.aniq abror

M.ridho mursyid

M.aris

M.shofwan

M.asrorudin

M.syaifuddin

M.badrudin

M.syarif hidayatullah

M.fahrudin

M.syihabuddin

M.firman saifudin

M.taufik hidayat

M.ghofur

M.ulil albab

M.haqqul wafiq

Marwan anshori

M.khamim zarkasyi

Mas`ad abdullah

M.kharis

Mei johar diantoro

M.khoiril anam

Miftahul karim

M.kholiful umam

M.muflih rofal

M.najih

Muhlisin lpba

M. Nasih

Mujibul fahmi

M.nasikhin

Na’im

M.nggufron

Na’im slfiyyh

M.nur faiz

Nashihul amin

M.nur kholiq

Nur rohman

M.nur syafi’i

Nurul ikhwan

M.nurul khakim

Pujiono

M.saifudin

Rian agus prayogo

M.sirojuddin

Rifqi fadlurrahman

M.syihabudin

Riyan nur mufid

M.takhiyuddin

Rodli imam syafi’i

M.taufik hidayat

Rudi muhdhor

M.ulil albab

Sholikul asnan

M.yazid habibi

Sirojuddin romdhoni

M.zuhri

Syaiful imam

M.zulianto

Syaironi

Marwan ansori

Syamsul ibad

Mas’ad Abdullah

Syarif hidayatullah

Mei johar diantoro

Syarifuddin

Muhammad mabruri

Syifa`ul huda

Muhlisin

Teguh supriyadi

Mujibul fahmi

Ulil albab

Na’im

Ulil albab

Nurul ihwan

Ulin nuha

Pujiono

Wahyu d.s

Rian agus prasetyo

Wanto

Rian nur mufid

Yazid habibi

Rif’an al-mufid

Zainal

Rifqi fadlurrohman

Zainal abiding

Rizal wahyu ihsantio

Zainal abiding

Rodli imam syafii

Zainal arifin

Rudi kusmanto

Zakaria ahmad

Rudi muhdor mujahidin

Zulian veri hartanto

Saiful imam

Zulkha sangidi

Saironi

Wahyu dwi asrori

Samsul ibad

Wanto

Solikul asnan

Zaenuddin

Syarif hidayatullah

Zainal abidin

Syarif hidayatullah (kalteng)

Zainal abidin

Syifaul huda

Zainal arifin

Teguh supriadi

Zakariya ahmad

Ulil albab

Zuda rahmad asrori

Ulil albab

Zulian feri hartanto

Ulin nuha

Zulkha sangidi

Wahyu darmawan susanto


5.      Proses Pembelajaran

Berdasrkan data yang telah penulis peroleh dari salah satu pengurus[6], Proses pembelajaran yang diterapkan dalam proses kegiatan belajar mengajar di pondok kulon banon tidak berbeda dengan pondok-pondok lain yaitu ustadz membacakan dan menjelaskan salah satu kitab kemudian santri mendengar dan memberi makna. Dalam proses pembelajaran ini ada beberapa marhalah atau mustama disesuaikan berdasarkan tingkatan masing-masing santri. Pembagian mustawa ini didasrkan pada kemampuan santri dalam memahami kitab kuning, adapun pembagianya sebagai berikut : a). Marhalah I’dad: marhalah ini disiapkan bagi para santri baru sebelum melanjutkan marhalah selanjutnya. b). Marhalah ula I: marhalah ini sebagai tingkatan lanjutan dari marhalah I’dad. c). Marhalah ula II: marhalah ini merupakan tingkat lanjutan dari marhalah ula I. d) Marhalah Wustho: marhalah ini sebagai marhalah terakhir atau tingkatan tertinggi dalam proses pembelajaranpesantren kulon banon di pondok .

B.     Yayasan Pendidikan/Pesantren

1.      Yayasan

Pondok Kulon Banon (PKB) berdasarkan akta notaris / PPAT / PPAK. Pasal 1 tentang Nama Dan Tempat Kedudukan tertera bahwa pondok kulon banon sekarang berubah menjadi yayasan. Yayasan ini dinamakan yayasan “Wakaf Pondok Kulon Banon“, atau dalam akta tersebut cukup disingkat dengan “yayasan” berkantor kedudukan di desa kajen, kecamatan margoyoso, kabupaten pati, selain itu yayasan ini dapat membuka kantor cabang atau perwakilan di tempat lain, baik di dalam maupun di luar wilayah republik Indonesia berdasarkan keputusan pengurus dengan persetujuan  pembina[7]

           

C.     Visi dan Misi

1.      Pengertian

Visi (vision) adalah pernyataan yang mendefinsikan sesuatu yang ingin dicapai, perusahaan/organisasi di waktu yang akan datang. Visi lebih terkonsentrasi ke masa depan (jangka panjang, future) dan cenderung merupakan pernyataan yang sifatnya strategis.

Misi (mission) adalah pernyataan-pernyataan yang mendefinsikan apa yang sedang/akan dilakukan atau ingin dicapai dalam waktu (sangat) dekat atau saat ini. Misi lebih terkonsentrasi ke saat ini dan merupakan target-target yang sifatnya lebih operasional yang mungkin dikaitkan dengan customer, proses-proses dalam organisasi, serta tingkat kinerja yang diinginkan[8].

2.      Visi dan misi pondok Kulon banon

Dilihat sejarah berdirinya podok pesantren kulon banon serta data yang telah diperoleh pondok kulon banon mempunyai visi atau jangkauan langkah ke depan yang ingin di capai dalam jangka waktu yang tidak dtentukan yaitu mempersiapkan insan yang sholih dan akrom kemudian untuk merealisasikan visi di atas maka ada beberap misi yang dilakukan

a.       Memberikan bekal ilmu kegamaan, social dan kemanusiaan.

b.      Merealisasikan pendidikan formal, non formal dan informal

c.       Membangun solidaritas dalam bidang kemanusiaan

D.    Kurikulum

Kurikulum dalam kamus bahasa Indonesia diartikan sebagai perangkat mata pelajaran yg diajarkan pada lembaga pendidikan[9]. Melihat definisi di atas maka kurikulum yang kami maksudkan di sini adalah seperangkat mata pelajaran yang akan di sampaikan atau yang diajarkan dalam pondok pesantren kulon banon, dengan melihat komponen-komponen kurikulum meliputi tujuan, materi, metode pembelajaran,dan media atau fasilitas.

1.      Tujuan

Secara garris besar lembaga pendidikan atau yayasan ini mempunyai tujuan yang diperioritaskan terutama dalam bidang sosial, bidang keagaman, dan bidang kemanusiaan.

2.      Materi

Adapun materi yang diajarkan dalam pondok pesantren ini meliputi kitab-kitab salaf dari berbagai fan ilmu islam. Kebanyakan kitab yang diajarkan adalah kitab-kitab dasar sebagai pembekalan awal bagi para santri untuk kemudian nanti dapat dikembangkan sendiri sebagai bentuk pengembangan kemampuan serta kegiatan belajar baik dalam lingkungan pondok maupun keluarga secara mandiri,seperti nahwu jurumiyah, safinatu najah, demikian kami lampirkan materi kitab-kitab yang diajarkan di pondok pesantren kulon banon.

No

Fan ilmu

Nama kitab

Marhalah

1

Tajwid

Tuhfatul athfal

I’dad

2

Fiqih

Fasholatan

I’dad

3

Tauhid

Aqidatul awam

I’dad

4

Akhlaq

Akhlaqul banin

I’dad

5

Nahwu

Jurumiyah

I’dad

6

Shorof

Amtsilatut tashrifiyah

I’dad

7

Fiqih

Fiqhul wadih

Ula I

8

Akhlaq

Washoya

Ula I

9

Tauhid

Jawahirul kalamiiyah

Ula I

10

Tajwid

Tuhfatul athfal

Ula I

11

Nahwu

Taqrirot jurumiyah pondok ploso

Ula I

12

Shorof

Amtsilatut tashrifiyah 2

Ula I

13

Nahwu

Alfiyah

Ula II

14

Fiqh

Fiqhul wadih

Ula II

15

Ushul fiqh

Lubbul ushul

Ula II

16

Tajwid

Matan jazariyah I

Ula II

17

Akhlaq

Akhlaqul banin juz II

Ula II

18

Tauhid

Khomsatul mutun

Ula II

19

Fiqh

Safinatun najah

Wustho

20

Shorof

Qowa’idus shorfiyah

Wustho

21

Hadits

Arba’in nawawi

Wustho

22

Akhlaq

Akhlaqul banin juz III

Wustho

23

Tauhid

Jawahirul kalamiyah

Wustho

24

Tajwid

Matan jaazariyah III

Wustho

 

3.      Metode Pembelajaran

Adapun metode yang diterapkan dalam kegiatan belajar di pondok pesantern kulon banon tidak jauh beda dengan pondok lain yaitu dengan metode “bandongan” yaitu ustadz membacakan kitab kemudian santri mendengarkan sambil memberikan makna dalam kitabnya masing-masing. Selain itu dalam kegitan mengajar disini juga diterapkan metode “sorogan” yaitu santri menyodorkan salah satu kitab untuk dibaca kemudian ustadz atau kiyai menyimak lalu menberikan penjelasan sekaligus memperingatkan kalu dalam  membaca kitab kuning ada kesalahan dilihat dari degi nahwiyahnya atau makna dan muradnya.

4.      Media dan Fasilitas

Untuk menopang kegiatan belajar mengajar selain ruag kamar dan aula untuk kegiatan belajar mengajar atau mengaji, pondok kulon banon mempunyai gedung yang cukup representative, teduh dan nyaman digunakan untuk belajar. Dalam mengasah kemampuan berbahasa asing pondok kulon banon ini mempunyai laborat bahasa, namun karena proses perawatan yang membutuhkan tenaga ahli dan biaya operasionalnya cukup mahal maka laborat bahasa belum bisa digunakan secara maksimal. Selain laborat bahasa untuk menanbah pengetahuan umum dan informasi pondo kulon banon ini mempunyai media internet sehinga para santri dapat mengakses dengan mudah informasi sebanyak-banyaknya.

E.     Tujuan Lembaga Pendidikan

Lembaga pendidikan ini mempunyai maksud dan tujuan sebagaimana tertera dalam akta notaris / PPAT / PPAK. Pasal 2tentang Maksud Dan Tujuan, di bidang social, keagamaan dan kemanusiaan[10]. Kemudian dalam pasal selanjutnya tentang Kegiatan, sebagai upaya untuk merealisasikan tujuasn di atas dengan menjalankan kegiatan sebagai berikut :

1.      Di bidang social

a.       Mendirikan dan Menyelenggarakan pendidikan formal

b.      Mendirikan dan Menyelenggarakan pendidikan non formal

c.       Mendirikan dan Menyelenggarakan pendidikan in formal

2.      Di bidang keagamaan

a.       Mendirikan tempat peribadatan

b.      Menyelenggarakan pondok pesantren

c.       Menerima dan menyalurkan amal, zakat, infaq, dan sedekah

d.      Meningkatkan pemahaman keagamaan

e.       Melaksanakan syi’ar keagamaan

f.       Study banding keagamaan

g.      Menyelenggarakan bimbingan dan pelatihan manasik haji

h.      Menyelenggarakan majelis-majelis ta’lim

3.      Di bidang kemanusiaan

a.       Memberi bantuan kepada korban bencana alam

b.      Member bantuan kepada tuna wisma, fakir miskin dan gelandangan.

c.       Memberikan perlindungan konsumen

d.      Melestarikan lingkungan hidup[11]

 

 VI.       KESIMPULAN

Berdasarkan uraian dan penjelasan di atas serta data yang telah penulis kumpulkan serata memilah-milah dan menganalisis data maka penulis menyimpulkan bahwa pondok pesantren kuon banon ini mempunyai khas tersediri yaitu mengambil hal baru tanpa meninggalkan yang lama sebagaimana dalam Qaidah Fiqhiyahal muhafadhotu ala qodimis sholih wal akhdu bil jadidil ashlah” walau di tengah arus modernisasi pondok pesantren ini masih tetap eksis dengan gaya, model dan  metode pembeljaran yang masih khas kepesantrenan dan tradisional dalam rangka nasrul ilmi dan memperjuangkan nlai-nilai keagamaan sekaligus syi’ar islam selain mengembangkan intelektualitas para santri diberbagai bidang terutama di bidang social, keagamaan dan kemanusiaan.

VII.       DAFTAR PUSTAKA

Sanusi, Imam, Perjuangan Syeikh Ahmad Mutamakin, Edisi Revisi, Cet. VIII, 2007,

Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa, Kamus Bahasa Indonesia,(Jakarta: pusat bahasa,2008)

Akta Notaries/PPAT/PPAK, Akta Pendirian Yayasan “ Wakaf Pondok Kulon Banon”,

Dokumentasi Pondok Kulon Banon Periode 2010/2011 M.

http://kupalima.wordpress.com/2008/03/24/apa-sebenarnya-visi-misi-dan-program-kerja/.

http://www.pekajenan.blogspot.com/2010/07/geneologi

 


[1] http://www.pekajenan.blogspot.com/2010/07/geneologi di akses pada hari ahad tanggal 05 Februari tahun 2011

[2] Imam Sanusi, Perjuangan Syeikh Ahmad Mutamakin, Edisi Revisi, Cet. VIII, 2007, hal 4

[3] Imam Sanusi, Perjuangan Syeikh Ahmad Mutamakin, Edisi Revisi, Cet. VIII, 2007, hal 30

[4] Data diperoleh dari Dokumentasi Pondok Kulon Banon Periode 2010/2011 M.

[5] Data diperoleh dari hasil wawancara dengan ketua pondok kulon banon pada tanggal 4 februari dan Dokumentasi Pondok Kulon Banon Periode 2010/2011 M.

[6]  Data diperoleh dari hasil wawancara dengan ketua pondok kulon banon pada tanggal 4 februari dan Dokumentasi Pondok Kulon Banon Periode 2010/2011 M.

[7] Akta Notaries/PPAT/PPAK, Akta Pendirian Yayasan “ Wakaf Pondok Kulon Banon”, hal 3

[9] Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa, Kamus Bahasa Indonesia,(Jakarta: pusat bahasa,2008) hal 845

[10] Akta Notaries/PPAT/PPAK, Akta Pendirian Yayasan “ Wakaf Pondok Kulon Banon”, hal 4

[11] Ibid hal 4-6

Hello world!

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can alway preview any post or edit you before you share it to the world.

Blog di WordPress.com.Tema: Esquire oleh Matthew Buchanan.